Jazakillah khair kpd ukhti yg foward email nih ke inbox saya. Alhamdulillah, segala puji dan syukur hanya bagi Allah!!
____________________________________________________________________
saya pernah baca ni somewhere, dan sangat terkesan. jumpa sekali lagi, terkesan lagi T_T
ketika kubaca firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku tahu, ukhuwah tak perlu diperjuangkan
tak perlu, karena ia hanyalah akibat dari iman
aku ingat pertemuan pertama kita, akhi sayang [read:ukhti sayang :) ]
dalam dua detik, dua detik saja
aku telah merasakan perkenalan, bahkan kesepakatan
itulah ruh-ruh kita yang saling sapa, berpeluk mesra
dengan iman yang menyala, mereka telah mufakat
meskilisan belum saling sebut nama, dan tangan belum berjabat
ya, kubaca lagi firmanNya, “sungguh tiap mukmin bersaudara”
aku makin tahu, persaudaraan tak perlu diperjuangkan
karena saat ikatan melemah, saat keakraban kita merapuh
saat salam terasa menyakitkan, saat kebersamaan serasa siksaan
saat pemberian bagai bara api, dan saat kebaikan justru melukai
aku tahu, yang rombeng bukanlah ukhuwah kita
hanya iman-iman kita yang sedang sakit, atau menjerit
mungkin dua-duanya, mungkin kau saja
tentu terlebih sering, imankulah yang compang-camping
kubaca firman persaudaraan itu, akhi sayang [read:ukhti sayang :) ]
dan aku makin tahu,mengapa di kala lain diancamkan;
“para kekasih pada hari itu, sebagian menjadi musuh sebagian yang lain..
kecuali orang-orang yang bertaqwa”
kubaca firman persaudaraan [http://www.safillah .co.cc/]
"Dan tetaplah memberi peringatan, krn sesungguhnya peringatan itu bermanfaat bg org2 mukmin" [Az-Zariyat:55]
Ya Rabb..Diri ini milik-Mu
Tuesday, 19 April 2011
Monday, 11 April 2011
Sekiranya Hamman itu baik, nescaya Lembah Luxor dipenuhi masjid.
Dah lama rupanya blog ini xde entry terbaru. Bukannya lupa atau tidak mahu menulis dan berkongsi sesuatu, tp setiap kali ingin menulis, pasti hanya beberapa baris sahaja. kemudian saya tinggalkan atau padam sahaja. Bimbang, mungkinkah hati ini terlalu kotor hingga setiap apa yg ingin ditulis, tidak mampu utk terluah, tidak mampu disampaikan dgn baik. Entry kali ini saya ambil drpd sebuah buku bertajuk U-TURN KE JALAN LURUS karya Ustaz Zul Ramli M. Razali. Mengandungi byk "Pengajaran hebat dlm perubahan diri". ****************************************************************************************************** Nabi Musa dan Nabi Harun sedikit pun tidak merasa gentar, malah melangkah dgn penuh yakin masuk ke istana. Firaun duduk megah di ats singgahsana bersedia mendengar penuh teliti apa yg bakal dibicarakan. dgn berbekalkan pesanan drp Allah agar mereka berckp dgn lemah lembut, nabi Musa menyampaikan seruannya, "Tuanku, saya menyeru tuanku supaya menyembah Allah, Tuhan yg mentadbir sekalian alam." Menyusun bicara teratur dgn keberanian seteguh lalang. Kami menyeru tuanku utk tunduk kpd Allah dan berbuat baik kpd manusia. kami akan bersama dgn tuanku utk terus kekal di ats tampuk kekuasaan dan nanti sampai saat kematian tuanku akan diberikan syurga pula di negeri abadi. Petemuan berakhir, mereka bubar dgn nafas harapan. Sepanjang mlm firaun tidak dpt melelapkan mata, patah2 bicara Nabi Musa dan adiknya Harun benar2 menggugat keyakinan yg telah dipegang selama ini. " Ada benarnya tentang Tuhan spt yg dituturkan..." Bicaranya dlm minda mencari sinar di hujung terowong panjang dan gelap. "Aku boleh menyembah Tuhannya dan yg paling penting aku masih boleh terus berkuasa dgn sokongan mereka yg baik." Dialog dlm dirinya masih belum berakhir. dlm gelap mlm itu ada rembang cahaya pd wajah Firaun. Keesokan paginya Firaun segera memanggil Hamman utk menghadap dan meminta pandangan atas apa yg difikirkannya sepanjang mlm. "Tuanku percaya pd tutur kata mereka? Apa yg mereka rancang semata-mata ingin mengusir tuanku drpd kedudukan dan kakuasaan tuanku!" Tingkah Hamman bersemangat penuh keyakinan sambil melontarkan pandangan dr bebola mata kebencian. Sepotan apa yg difikirkan oleh Firaun sepanjang mlm itu hanya menjadi dialog mimpi yg hilang begitu sahaja apabila terjaga. Firaun balik spt asalnya. Pada pagi itu, sekiranya Hamman memberikan nasihat yg baik, sejarah dunia pasti berubah. Firaun tentu menjadi seorg raja yg beriman dgn kuasa yg gilang-gemilang. Mesir juga turut berubah dan kesannya boleh ditemui di Lembah Luxor dgn ruang masjid bg penduduk Mesir purba melakukan ibadah kpd Allah. Namun pagi itu ia hanya berjalan spt biasa dan sejarah menjadi spt yg kita baca pd hari ini. Begitulah besarnya pengaruh seorg penasihat. utk mengungguli perubahan, perkara yg mesti diberi perhatian ialah siapa penasihat kita. kita tentunya tidak mempunyai penasihat2 spt Firaun, tetapi kita ada sahabat, isteri, ibu bapa, dan org yg kita kagumi dlm hidup. tanpa kita sedari, merekalah penasihat kita. Jadi sekiranya kita memang komited utk berubah, maka perkara yg perlu diberi perhatian ialah siapa org yg berada dlm persekitaran kita. Apa yg mereka tuturkan bakal menjadi bahan berfikir kita. Apa yg mereka lakukan, bakal mempengaruhi hidup kita. Berhati-hatilah, jika tidak mereka mungkin menjadi Hamman kita!
Friday, 31 December 2010
Berjuang di dunia, berharap pertemuan di SYURGA
HATI MASIH TERTINGGAL DI SANA
WALAU SUDAH LEBIH 3 MINGGU KEMBALI KE MALAYSIA
MERINDUI DAMAI SUASANANYA,
DINGIN UDARANYA,
HANGAT UKUWAHNYA,
TENANG JIWA2NYA..
JUGA ENAK MAKANANNYA=)
JAZAKUNALLAH KHAIRAN KATHEERA AKHAWATI
UNTUK SEMUA YG TELAH KITA KONGSIKAN
DI CELAH ITULAH KITA MENGATUR LANGKAH
BERSAMA MEMBINA HIMMAH 'ALIYAH DLM DIRI
KAGUMNYA KAMI MELIHAT TAJARRUD KALIAN UTK AD-DEEN INI
BAGI KAMI, KOTA JAKARTA ITU BERUNTUNG
KERANA ADA JIWA2 KHALIFAH SEPERTI KALIAN
KENYATAANYA..
KOTA JAKARTA ITU TELAH BANYAK MENGAJAR KAMI
MELIHAT JURANG PERBEZAAN SI KAYA DAN SI MISKIN YG BEGITU KETARA
KETIKA ITU KAMI SEMAKIN PASTI
HANYA ISLAM YG BOLEH MENGELUARKAN MANUSIA DRPD KEGELAPAN KPD CAHAYA
ALLAH TELAH MEMILIH KITA DI JALAN-NYA
KITA PUNYA MATLAMAT YG SAMA
WALAU DI MANAPUN JASAD KITA BERADA
HATI KITA TETAP BERSATU KERANA-NYA
DOAKAN KEPULANGAN KAMI KE BUMI MALAYSIA INI
AGAR TERUS KENCANG BERLARI BERSAMA DERU DAKWAH
SEPERTI KALIAN YG SENTIASA TEGAR BERJUANG DI SANA
ANDAI TIADA LAGI PERTEMUAN DI DUNIA
MOGA ALLAH MEMPERTEMUKAN KITA DI JANNAH-NYA
JAZAKUNALLAH KHAIRAN KATHEERA AKHAWATI
UNTUK SEMUA YG TELAH KITA KONGSIKAN
DI CELAH ITULAH KITA MENGATUR LANGKAH
BERSAMA MEMBINA HIMMAH 'ALIYAH DLM DIRI
KAGUMNYA KAMI MELIHAT TAJARRUD KALIAN UTK AD-DEEN INI
BAGI KAMI, KOTA JAKARTA ITU BERUNTUNG
KERANA ADA JIWA2 KHALIFAH SEPERTI KALIAN
KENYATAANYA..
KOTA JAKARTA ITU TELAH BANYAK MENGAJAR KAMI
MELIHAT JURANG PERBEZAAN SI KAYA DAN SI MISKIN YG BEGITU KETARA
KETIKA ITU KAMI SEMAKIN PASTI
HANYA ISLAM YG BOLEH MENGELUARKAN MANUSIA DRPD KEGELAPAN KPD CAHAYA
ALLAH TELAH MEMILIH KITA DI JALAN-NYA
KITA PUNYA MATLAMAT YG SAMA
WALAU DI MANAPUN JASAD KITA BERADA
HATI KITA TETAP BERSATU KERANA-NYA
DOAKAN KEPULANGAN KAMI KE BUMI MALAYSIA INI
AGAR TERUS KENCANG BERLARI BERSAMA DERU DAKWAH
SEPERTI KALIAN YG SENTIASA TEGAR BERJUANG DI SANA
ANDAI TIADA LAGI PERTEMUAN DI DUNIA
MOGA ALLAH MEMPERTEMUKAN KITA DI JANNAH-NYA
Wednesday, 17 November 2010
Jangan Ragu, Jangan Futur!!
Ketika hati terasa sedikit futur, ruh jihad terasa makin pudar, ketika itu Allah memberi peringatan melalui kiriman email seseorg di dlm inbox saya. Tidak putus2 rahmat-Mu Tuhan, seperti hujan yg turun mencurah2 dr langit-Mu!!
Jazakillahu khairan katheera sis http://narawastuilmu.blogspot.com
***********************************************************************************
Tidak sedikit orang yang bertanya kepadaku tentang masa depan usrah kita. Betapa ramai orang yang awalnya ragu-ragu, lama-kelamaan meninggalkan jalan ini dan akhirnya berjuang untuk menghancurkan binaan dakwah yang telah dibina sejak sekian lama. Mereka lupa binaan ini bukan sekadar binaan sebuah jamaah kampung, tetapi inilah intisari ummah, jamaah islam seluruhnya.
Ramai juga yang merasakan perjuangan ini suatu yang sia-sia. Tatkala saudara-saudara Tabligh siang malam mereka melaksanakan gash dari pintu ke pintu. Saudara Hizbi kita setiap masa mereka penuh dengan mesyuarat dan program, malah memimpin perjuangan di medan. Begitu juga Saudara Salafi kita yang membaca beratus-ratus, malah beribu-ribu kitab, seterusnya menulis ribuan artikel. Kita masih berjumpa sekali seminggu, sekali sebulan.
Mungkinkah usaha kita yang 'slow' lagi 'sedikit' ini membuahkan impak maksima yang kita idam-idamkan? Mampukah kejayaan islam itu mengalir dari celah-celah jari orang-orang yang begitu kecil usahanya?
Aku juga pernah meragui, aku juga pernah sangsi terhadap apa yang kita lakukan ini. Risau bukan kepalang yang semua yang kita lakukan ini, jikalau dalam kesesatan, maka segalanya akan sia-sia, bahkan mengundang neraka. Sehinggalah aku dalam kegembiraan, menemui ayat ini:
"Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keredhaan kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang berbuat baik ".
( Surah al Ankabut : 69 )
Ikhlaskan niat dan berjuanglah. Berjuang, berjihad dengan sesungguh-sungguh jihad. Allah tidak akan menzalimi hambaNya yang beriman, bertaqwa kepadaNya. Janganlah ragu-ragu selagi kita benar-benar ikhlas menuntun di atas jalan ini. Petunjuk itu pasti akan dianugerahkanNya. Malah Allah tidak akan mensia-siakan ketaqwaan kita.
Dari masa ke masa, muhasabahlah setiap langkah kita itu. Jangan biarkan diri kita menyembah selain Allah. Jadilah insan yang benar-benar rabbani, yang menjadikan segala-galanya bersumberkan dan bermatlamatkan Allah. Pastikan segala apa yang kita serap dan hadam itu, benar-benar islam, dan akhirnya pastikan ia tidak tamat sekadar dalam halaqah sementara itu sahaja.
Tarbiyyah kita, bukan sekadar untuk meramaikan. Apa gunanya badan gemuk (besar), tetapi menderitai banyak penyakit?
Tarbiyyah kita adalah untuk setiap individu (afrad) dalam jemaah ini. Apa yang kita harapkan hasil pertemuan-pertemuan itu, bukan sekadar amal, tetapi harapannya lebih besar lagi.
Kita harapkan, dari pertemuan itu, akan terjadinya perubahan.
Perubahan, dari sekadar tahu, kepada faham. Daripada sekadar sekadar faham setiap minggu, kepada lahirnya perubahan amali setiap individu. Daripada beramalnya individu itu setiap hari, akhirnya mampu membuatkan ia menjadi fikrah yang bermain-main dalam fikirannya, tindak-tanduknya setiap masa, menjadi ad-deen sepenuhnya.
Al-akh (afrad) bukan sekadar menjadikan fikrah itu berlegar dalam fikiran, perasaan dan nota-nota hidupnya, malah islam yang dipelajari itu, akan melimpah-limpah ke sekelilingnya. Ia akan mewarnai setiap amal perbuatannya, setiap tutur katanya, malah melalui sinar matanya.
Akhirnya, al-akh menjadikan hidupnya untuk berdakwahkan fikrah ini kepada semua orang di sekelilingnya. Ia dengan sepenuh niat ingin membumikan dakwah islam ini ke seluruh masyarakat, bangsa, negara dan dunia ini. Hingga akhirnya ia sanggup membayar perjuangan ini dengan apa sahaja.
Ia berjuang untuk akhirnya fikrah islamnya itu memenangi setiap pertarungan dengan musuhnya. Ia mahu hanya Allah menjadi matlamat semua manusia, dan al-akh sanggup menggadaikan apa sahaja untuk mencapainya.
Ia sanggup menggadaikan hartanya, kereta, rumah, pekerjaannya, akademiknya, keluarga, segala-galanya... hinggalah, malah sanggup menggadaikan nyawanya sendiri.
Ia sedar, tanpa pengorbanan total itu, mustahil akan tertegaknya hakimiyyah ilahi. Selagi darah masih terasa mahal, maka ummat ini masih jauh dari kemenangan dan kemuliaan. Maka mereka menawarkan darah mereka, untuk menyirami pusara-pusara jahiliyyah.
Ya, tarbiyyah kita menawarkan hijrah. Ia bukan suatu permainan yang sia-sia.
Kita memahami sunnatullah perasaan dan hati insani, yang memerlukan masa untuk akhirnya dapat melaksanakan hijrah dalam dirinya, hingga akhirnya islam mengalir 100% dalam dirinya. Usrah kita, setiap perjumpaan kita itu adalah untuk ke arah itu. Walau seperlahan mana sekalipun, yang penting adalah pembaikan.
Ikhwah akhawat sekalian,
Maka sedarlah kita semua, bahawa perubahan itu tidak akan berlaku jika kita masih lagi sama. Jika kita masih liat untuk merubah diri kita.
Dan sedarlah betapa pentingnya pertemuan itu untuk melahirkan perubahan itu. Perubahan sehingga kita akan mati kerana apa yang kita perjuangkan. Kita bukan sekadar mati dalam syahadah tetapi mati kerana syahadah yang kita lafazkan. Sepertimana semua para sahabat yang menegakkannya di medan jihad. Sepertimana Hasan Al-Banna dan Syed Qutb yang meraihnya.
Apa yang kita akan dapat setiap minggu itu yang akan menjadi punca mati kita. Setiap tafsir, hadis, sirah, buku yang disyarahkan; itu lah yang membunuh kita. Kita akan mati kerananya. Bukankah ia lebih berharga daripada nyawa kita sendiri?
Berhentilah tidur dalam pertemuan itu. Berhentilah terleka, terlupa untuk bersedia menghadapinya. Apatah lagi ponteng untuk menghadirinya!
Kalau kita benar-benar serius untuk syahid dan menggapai syurga.
Jazakillahu khairan katheera sis http://narawastuilmu.blogspot.com
***********************************************************************************
Tidak sedikit orang yang bertanya kepadaku tentang masa depan usrah kita. Betapa ramai orang yang awalnya ragu-ragu, lama-kelamaan meninggalkan jalan ini dan akhirnya berjuang untuk menghancurkan binaan dakwah yang telah dibina sejak sekian lama. Mereka lupa binaan ini bukan sekadar binaan sebuah jamaah kampung, tetapi inilah intisari ummah, jamaah islam seluruhnya.
Ramai juga yang merasakan perjuangan ini suatu yang sia-sia. Tatkala saudara-saudara Tabligh siang malam mereka melaksanakan gash dari pintu ke pintu. Saudara Hizbi kita setiap masa mereka penuh dengan mesyuarat dan program, malah memimpin perjuangan di medan. Begitu juga Saudara Salafi kita yang membaca beratus-ratus, malah beribu-ribu kitab, seterusnya menulis ribuan artikel. Kita masih berjumpa sekali seminggu, sekali sebulan.
Mungkinkah usaha kita yang 'slow' lagi 'sedikit' ini membuahkan impak maksima yang kita idam-idamkan? Mampukah kejayaan islam itu mengalir dari celah-celah jari orang-orang yang begitu kecil usahanya?
Aku juga pernah meragui, aku juga pernah sangsi terhadap apa yang kita lakukan ini. Risau bukan kepalang yang semua yang kita lakukan ini, jikalau dalam kesesatan, maka segalanya akan sia-sia, bahkan mengundang neraka. Sehinggalah aku dalam kegembiraan, menemui ayat ini:
"Dan orang-orang yang berjihad untuk mencari keredhaan kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah berserta orang-orang yang berbuat baik ".
( Surah al Ankabut : 69 )
Ikhlaskan niat dan berjuanglah. Berjuang, berjihad dengan sesungguh-sungguh jihad. Allah tidak akan menzalimi hambaNya yang beriman, bertaqwa kepadaNya. Janganlah ragu-ragu selagi kita benar-benar ikhlas menuntun di atas jalan ini. Petunjuk itu pasti akan dianugerahkanNya. Malah Allah tidak akan mensia-siakan ketaqwaan kita.
Dari masa ke masa, muhasabahlah setiap langkah kita itu. Jangan biarkan diri kita menyembah selain Allah. Jadilah insan yang benar-benar rabbani, yang menjadikan segala-galanya bersumberkan dan bermatlamatkan Allah. Pastikan segala apa yang kita serap dan hadam itu, benar-benar islam, dan akhirnya pastikan ia tidak tamat sekadar dalam halaqah sementara itu sahaja.
Tarbiyyah kita, bukan sekadar untuk meramaikan. Apa gunanya badan gemuk (besar), tetapi menderitai banyak penyakit?
Tarbiyyah kita adalah untuk setiap individu (afrad) dalam jemaah ini. Apa yang kita harapkan hasil pertemuan-pertemuan itu, bukan sekadar amal, tetapi harapannya lebih besar lagi.
Kita harapkan, dari pertemuan itu, akan terjadinya perubahan.
Perubahan, dari sekadar tahu, kepada faham. Daripada sekadar sekadar faham setiap minggu, kepada lahirnya perubahan amali setiap individu. Daripada beramalnya individu itu setiap hari, akhirnya mampu membuatkan ia menjadi fikrah yang bermain-main dalam fikirannya, tindak-tanduknya setiap masa, menjadi ad-deen sepenuhnya.
Al-akh (afrad) bukan sekadar menjadikan fikrah itu berlegar dalam fikiran, perasaan dan nota-nota hidupnya, malah islam yang dipelajari itu, akan melimpah-limpah ke sekelilingnya. Ia akan mewarnai setiap amal perbuatannya, setiap tutur katanya, malah melalui sinar matanya.
Akhirnya, al-akh menjadikan hidupnya untuk berdakwahkan fikrah ini kepada semua orang di sekelilingnya. Ia dengan sepenuh niat ingin membumikan dakwah islam ini ke seluruh masyarakat, bangsa, negara dan dunia ini. Hingga akhirnya ia sanggup membayar perjuangan ini dengan apa sahaja.
Ia berjuang untuk akhirnya fikrah islamnya itu memenangi setiap pertarungan dengan musuhnya. Ia mahu hanya Allah menjadi matlamat semua manusia, dan al-akh sanggup menggadaikan apa sahaja untuk mencapainya.
Ia sanggup menggadaikan hartanya, kereta, rumah, pekerjaannya, akademiknya, keluarga, segala-galanya... hinggalah, malah sanggup menggadaikan nyawanya sendiri.
Ia sedar, tanpa pengorbanan total itu, mustahil akan tertegaknya hakimiyyah ilahi. Selagi darah masih terasa mahal, maka ummat ini masih jauh dari kemenangan dan kemuliaan. Maka mereka menawarkan darah mereka, untuk menyirami pusara-pusara jahiliyyah.
Ya, tarbiyyah kita menawarkan hijrah. Ia bukan suatu permainan yang sia-sia.
Kita memahami sunnatullah perasaan dan hati insani, yang memerlukan masa untuk akhirnya dapat melaksanakan hijrah dalam dirinya, hingga akhirnya islam mengalir 100% dalam dirinya. Usrah kita, setiap perjumpaan kita itu adalah untuk ke arah itu. Walau seperlahan mana sekalipun, yang penting adalah pembaikan.
Ikhwah akhawat sekalian,
Maka sedarlah kita semua, bahawa perubahan itu tidak akan berlaku jika kita masih lagi sama. Jika kita masih liat untuk merubah diri kita.
Dan sedarlah betapa pentingnya pertemuan itu untuk melahirkan perubahan itu. Perubahan sehingga kita akan mati kerana apa yang kita perjuangkan. Kita bukan sekadar mati dalam syahadah tetapi mati kerana syahadah yang kita lafazkan. Sepertimana semua para sahabat yang menegakkannya di medan jihad. Sepertimana Hasan Al-Banna dan Syed Qutb yang meraihnya.
Apa yang kita akan dapat setiap minggu itu yang akan menjadi punca mati kita. Setiap tafsir, hadis, sirah, buku yang disyarahkan; itu lah yang membunuh kita. Kita akan mati kerananya. Bukankah ia lebih berharga daripada nyawa kita sendiri?
Berhentilah tidur dalam pertemuan itu. Berhentilah terleka, terlupa untuk bersedia menghadapinya. Apatah lagi ponteng untuk menghadirinya!
Kalau kita benar-benar serius untuk syahid dan menggapai syurga.
Tuesday, 17 August 2010
Open ur eyes
Kebanyakan muslim pd hari ini sibuk dgn urusan dunia dan lalai drp b'ibadat kpd Allah s.w.t dan dan m'taati perintah-Nya. mrk spt sekumpulan manusia yg sedang tidur nyenyak. di sebelah mrk t'dpt api yg marak menyala dan akn m'bakar mrk sekiranya mrk masih lg tidur.
dikalangan manusia yg sedang nyenyak tidur, t'dpt mrk yg tdk tidur dan menyedari apa yg b'laku di sekeliling, ttpi tdk mampu memadamkan api yg sedang m'bakar. ketika itu kewajipan mrk ialah segera m'bangunkn manusia yg nyenyak tidur spy setiap mrk menyedari keadaan masing2 dan m'jauhkn diri drp api. sebarang usaha utk m'peringtkn mrk yg tidur dr bhy api akn m'jd sia2, jika dilakukn sebelum mrk t'jaga dr tidur. mrk tdk akn m'taati dan m'dgr peringatan itu krn mrk sedang nyenyak tidur. jd mrk mestilah dibangunkn t'lebih dahulu barulah diberikn peringatan.
dlm byk kes, ketika m'bangunkn org yg nyenyak tidur, mrk tdk mahu bgn krn sedang enak tidur dan tdk mahu diganggu. ini krn dia masih lg tidur dan belum sedar. jika dia benar2 sedar dr tidurnya dan melihat api yg sedang m'bakar, nescaya dia b'segera menyalamatkan diri. kata2 bahawa dia tlh sedar tdk boleh dipercayai sepenuhnya kecuali apabila diikuti dgn tindakan m'jauhkan diri dr api itu.
demikianlah sikap da'ei t'hadap mad'unya (org yg diseru). dia mesti b'sabar di dlm usahanya menyeru mrk kpd islam. dia mesti sanggup m'hadapi tindak balas mad'unya spt p'buatan jahat dan cercaan. dia mesti m'harapkn balasan usahanya drp Allah dan mengikuti jejak langkah junjungan kita Nabi Muhammad (saw). Baginda menyeru manusia dan t'dedah kpd gangguan dan cercaan. baginda tetap b'sabar dan terus meneruskn dakwah sambil b'doa, yg b'maksud: "Wahai Tuhanku! berilah hidayah kpd kaumku krn sesungguhnya mrk tdk mengerti.
di dlm pengertian ini ASHAB b'kata :
"jadilah kamu ketika menyeru manusia spt pokok buah2an. mrk m'balingnya dgn batu, dan dia m'gugurkn buah kpd mrk."
org2 disekeliling kita, ramai yg di ant mrk yg hidup jauh dr syariat islam. yg hobinya adalah tgk wayang, menulis novel2 cinta, tgk cerita korea dan mengumpul setem. yg byk dr masanya digunakn utk mengumpul harta. yg matlamat hidupnya hanya t'batas utk diri sendiri dan keluarga shj. atau matlamatnya hanya utk m'dpt grade yg baik dlm exam. atau mungkin juga utk m'dptkn kerja yg hebat. yg idolanya adalah org2 besar dan hebat di mata manusia. yg kata2 nya hanya spt perbualan kanak2 kecil ataupun spt buih2 di pantai. semua ttg dunia. di mana diletakkn akhirat itu?
tapi sy tahu, tdk boleh utk menyalahkn dan m'hukum mrk. mana mungkin utk membetulkn mrk selagi mrk masih lg tidur. sy juga pernah begitu lena dahulu. tp Allah dgn rahmat dan kasih sayangnya yg tlh m'hantar seseorg utk mengejutkn sy, memberi kekuatan utk sy m'jauh sedikit demi sedikit dr api yg sedang marak m'bakar. sedih apabila melihat masih ramai lg yg tdk mahu bangun dan masih mahu melayan tidurnya. pasti krn kurangnya usaha utk mengejutkn mrk. pasti masih byk karat2 jahiliyyah dlm diri ini hingga ada hijab yg menutupi di antara sy dan mrk. atau krn hati ini yg masih kotor agaknya. mana mungkin hati yg kotor mampu utk menyentuh dan menembusi hati org lain. astaghfirullah..astaghfirullah..astaghfirullah.. atau akhlak yg masih tdk mampu mengikut akhlak Rasulullah, da'i dan murobbi yg luar biasa. Seorg da'i itu seharusnya m'jd spt magnet yg mampu menarik logam2 disekitarnya.
Rasulullah, dgn akhlaknya yg sgt indah itupun, masih ramai yg tdk mahu mengakui islam yg dibawanya. hanya 313 yg mengikuti setelah 13 tahun seruannya di Makkah. tp ternyata bilangan kecil yg dikumpulnya ini bkn sekadar angka2 kosong shj. 313 inilah, dgn matlamt hidup yg jelas, keimanan yg m'dalam t'hadap Allah yg tlh b'sama2 Rasulullah utk menabur benih2 islam. B'mula dgn individu2 ini, mrk melahirkan keluarga dan masyarakt islam. kemudian, berjaya m'bina sebuah negara islam di Madinah, kemudian kerajaan islam, empayar islam. dan akhirnya islam membina tamadun pd zaman pemerintahan Abassiyah. Perjuangan ini mengambil masa 600 tahun, benar2 jln yg sgt panjang. Rasulullah dan para sahabat sudah tdk ada lg ketika islam di puncak kegemilangan, tp kegemilangan itu tdk akn ada tanpa usaha baginda.
Baginda menyeru kpd islam krn cintanya kpd umatnya, krn hanya islam yg mampu m'beri kebaikan kpd umatnya. Tidak sanggup melihat umatnya terus tidur, sedang api marak m'bakar mereka. Tiada masapun utk memikirkn diri sendiri!!
Hari ini, zaman kegemilangan itu sudah tdk lg dirasai. zaman ketika islam memerintah dunia. atau mungkin kita tdk pernah tahu islam pernah m'jd 'world order' suatu masa dahulu. Bukalah mata hati. Sunnatullahnya, sejarah akn b'ulang. dan kita sedang mengulang sejarah. akn tiba suatu masa, islam subur kembali memerintah dunia. Janji Allah itu pasti berlaku!! Adakah kita hanya ingin melihat atau kita ingin turut serta di ats jln yg pernah dilalui oleh Rasulullah dan para sahabt?
"sekiranya (yg kamu serukn kpd mrk) ada keuntungan yg mudah diperoleh dan p'jalanan yg tdk berapa jauh, niscaya mrk mengikutimu, ttpi tempat yg dituju itu terasa sgt jauh bg mrk..." [at-taubah:42]
Dan siapakah yg lbh baik p'kataanya drp org yg menyeru kpd Allah dan mengerjakn kebajikan dan b'kata, "sungguh aku t'masuk org2 muslim (yg b'serah diri)"? [Fussilat:33]
Tidak tahu di mana dan bila benih2 islam itu akn mula b'cambah. yg pastinya, b'bahagialah org2 yg tlh menabur benih itu. Allahu'alam.
*************************************************************************************
Perkogsian lagi. Ayat2 dlm artikel ini ada yg dipetik drp buku "Dakwah Fardiyah" yg ditulis oleh Syeikh Mustapha Masyhur.
dikalangan manusia yg sedang nyenyak tidur, t'dpt mrk yg tdk tidur dan menyedari apa yg b'laku di sekeliling, ttpi tdk mampu memadamkan api yg sedang m'bakar. ketika itu kewajipan mrk ialah segera m'bangunkn manusia yg nyenyak tidur spy setiap mrk menyedari keadaan masing2 dan m'jauhkn diri drp api. sebarang usaha utk m'peringtkn mrk yg tidur dr bhy api akn m'jd sia2, jika dilakukn sebelum mrk t'jaga dr tidur. mrk tdk akn m'taati dan m'dgr peringatan itu krn mrk sedang nyenyak tidur. jd mrk mestilah dibangunkn t'lebih dahulu barulah diberikn peringatan.
dlm byk kes, ketika m'bangunkn org yg nyenyak tidur, mrk tdk mahu bgn krn sedang enak tidur dan tdk mahu diganggu. ini krn dia masih lg tidur dan belum sedar. jika dia benar2 sedar dr tidurnya dan melihat api yg sedang m'bakar, nescaya dia b'segera menyalamatkan diri. kata2 bahawa dia tlh sedar tdk boleh dipercayai sepenuhnya kecuali apabila diikuti dgn tindakan m'jauhkan diri dr api itu.
demikianlah sikap da'ei t'hadap mad'unya (org yg diseru). dia mesti b'sabar di dlm usahanya menyeru mrk kpd islam. dia mesti sanggup m'hadapi tindak balas mad'unya spt p'buatan jahat dan cercaan. dia mesti m'harapkn balasan usahanya drp Allah dan mengikuti jejak langkah junjungan kita Nabi Muhammad (saw). Baginda menyeru manusia dan t'dedah kpd gangguan dan cercaan. baginda tetap b'sabar dan terus meneruskn dakwah sambil b'doa, yg b'maksud: "Wahai Tuhanku! berilah hidayah kpd kaumku krn sesungguhnya mrk tdk mengerti.
di dlm pengertian ini ASHAB b'kata :
"jadilah kamu ketika menyeru manusia spt pokok buah2an. mrk m'balingnya dgn batu, dan dia m'gugurkn buah kpd mrk."
org2 disekeliling kita, ramai yg di ant mrk yg hidup jauh dr syariat islam. yg hobinya adalah tgk wayang, menulis novel2 cinta, tgk cerita korea dan mengumpul setem. yg byk dr masanya digunakn utk mengumpul harta. yg matlamat hidupnya hanya t'batas utk diri sendiri dan keluarga shj. atau matlamatnya hanya utk m'dpt grade yg baik dlm exam. atau mungkin juga utk m'dptkn kerja yg hebat. yg idolanya adalah org2 besar dan hebat di mata manusia. yg kata2 nya hanya spt perbualan kanak2 kecil ataupun spt buih2 di pantai. semua ttg dunia. di mana diletakkn akhirat itu?
tapi sy tahu, tdk boleh utk menyalahkn dan m'hukum mrk. mana mungkin utk membetulkn mrk selagi mrk masih lg tidur. sy juga pernah begitu lena dahulu. tp Allah dgn rahmat dan kasih sayangnya yg tlh m'hantar seseorg utk mengejutkn sy, memberi kekuatan utk sy m'jauh sedikit demi sedikit dr api yg sedang marak m'bakar. sedih apabila melihat masih ramai lg yg tdk mahu bangun dan masih mahu melayan tidurnya. pasti krn kurangnya usaha utk mengejutkn mrk. pasti masih byk karat2 jahiliyyah dlm diri ini hingga ada hijab yg menutupi di antara sy dan mrk. atau krn hati ini yg masih kotor agaknya. mana mungkin hati yg kotor mampu utk menyentuh dan menembusi hati org lain. astaghfirullah..astaghfirullah..astaghfirullah.. atau akhlak yg masih tdk mampu mengikut akhlak Rasulullah, da'i dan murobbi yg luar biasa. Seorg da'i itu seharusnya m'jd spt magnet yg mampu menarik logam2 disekitarnya.
Rasulullah, dgn akhlaknya yg sgt indah itupun, masih ramai yg tdk mahu mengakui islam yg dibawanya. hanya 313 yg mengikuti setelah 13 tahun seruannya di Makkah. tp ternyata bilangan kecil yg dikumpulnya ini bkn sekadar angka2 kosong shj. 313 inilah, dgn matlamt hidup yg jelas, keimanan yg m'dalam t'hadap Allah yg tlh b'sama2 Rasulullah utk menabur benih2 islam. B'mula dgn individu2 ini, mrk melahirkan keluarga dan masyarakt islam. kemudian, berjaya m'bina sebuah negara islam di Madinah, kemudian kerajaan islam, empayar islam. dan akhirnya islam membina tamadun pd zaman pemerintahan Abassiyah. Perjuangan ini mengambil masa 600 tahun, benar2 jln yg sgt panjang. Rasulullah dan para sahabat sudah tdk ada lg ketika islam di puncak kegemilangan, tp kegemilangan itu tdk akn ada tanpa usaha baginda.
Baginda menyeru kpd islam krn cintanya kpd umatnya, krn hanya islam yg mampu m'beri kebaikan kpd umatnya. Tidak sanggup melihat umatnya terus tidur, sedang api marak m'bakar mereka. Tiada masapun utk memikirkn diri sendiri!!
Hari ini, zaman kegemilangan itu sudah tdk lg dirasai. zaman ketika islam memerintah dunia. atau mungkin kita tdk pernah tahu islam pernah m'jd 'world order' suatu masa dahulu. Bukalah mata hati. Sunnatullahnya, sejarah akn b'ulang. dan kita sedang mengulang sejarah. akn tiba suatu masa, islam subur kembali memerintah dunia. Janji Allah itu pasti berlaku!! Adakah kita hanya ingin melihat atau kita ingin turut serta di ats jln yg pernah dilalui oleh Rasulullah dan para sahabt?
"sekiranya (yg kamu serukn kpd mrk) ada keuntungan yg mudah diperoleh dan p'jalanan yg tdk berapa jauh, niscaya mrk mengikutimu, ttpi tempat yg dituju itu terasa sgt jauh bg mrk..." [at-taubah:42]
Dan siapakah yg lbh baik p'kataanya drp org yg menyeru kpd Allah dan mengerjakn kebajikan dan b'kata, "sungguh aku t'masuk org2 muslim (yg b'serah diri)"? [Fussilat:33]
Tidak tahu di mana dan bila benih2 islam itu akn mula b'cambah. yg pastinya, b'bahagialah org2 yg tlh menabur benih itu. Allahu'alam.
*************************************************************************************
Perkogsian lagi. Ayat2 dlm artikel ini ada yg dipetik drp buku "Dakwah Fardiyah" yg ditulis oleh Syeikh Mustapha Masyhur.
Monday, 9 August 2010
Ramadhan: Madrasah Tarbiah
Assalamualaikum..
Apa khabar sahabat2 semua?moga semuanya sentiasa dlm usaha mencari redha Allah..sesungguhnya, tdk ada yg lbh penting dari itu..
Ramadhan, bulan Allah yg mulia itu akn tiba beberapa jam saja lg. Bulan di mana umat islam diwajibkan berpuasa. Datangnya dgn membawa byk manfaat bg mereka yg benar2 menginginkannya.
Bagaimana agaknya dgn persiapan kita menghadapi kedatangan bulan ramadhan?
Semoga kita tlh menyiapkan bekalan yg secukupnya utk menghadapi Ramadhan kali ini. Menyiapkan diri dgn berpuasa sunat di siang hari, bgn sebelum subuh utk menunaikn slt sunat 2 rakaat dan membaca al-quran..Inilah bekalan rohani yg perlu kita bawa ke medan ramadhan dgn penuh harapan agar di hujung ramadhan nti, kita berjaya m'peroleh TAQWA.
Sepertimana kita akn menyiapkan dan membekalkan diri kita dgn study group, latih tubi, kelas tutorial dan stay up sehingga dinihari sebelum memasuki medan exam, krn kita mahu selepas habisnya exam itu nti, kita akn lulus dgn cemerlang.
Semestinya, ketibaan ramadhan teralu besar ertinya dlm hati setiap manusia yg bergelar hamba dan khalifah Allah. Bulan di mana jiwa setiap hamba sentiasa mahu mendekatkn diri kpd Tuannya. Jiwa khalifahnya sentiasa membuatnya berusaha utk memperbaiki diri. Mereka dahagakan rahmat dan ampunan dr Tuhan mereka. Mereka ingin merebut janji Allah iaitu kelepasan dr api neraka. Mereka ingin memburu mlm lailatul qadar dgn penuh kerinduan. Siangnya menahan diri dan nafsu, malamnya di isi dgn ibadah yg khusyuk kpd Rabbnya.
Tinggalkanlah sebentar kesibukan duniawi yg xkan pernah selesai. Janganlah dibiarkan kedatangan ramadhan kali ini berlalu begitu shj tanpa kita mendapat manfaat darinya. Letakkan target kita dan berdoalah semoga Allah bantu dan beri kekuatan. Moga Allah memilih kita utk menjadi tetamu Ramadhan-Nya.
Wahai org2 yg beriman! Diwajibkan ats kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ats org2 sebelum kamu agar kamu bertaqwa (2:183)
Saya kongsi sedikit target utk saya Ramadhan kali ini dlm misi menuju TAQWA:
1- Khatam al-quran sekali
2- Solat dgn khusyuk
3- Kurangkan bercakap, banyakkan berzikir
4- Bersedekah semampu yg mungkin
5- Qiam setiap mlm
6- Kuatkan hati spy lbh sabar dan redha
7- Membina 10 muasoffat tarbiyyah dlm diri
~aqidah yg sejahtera
~ibadah yg sahih
~akhlak yg mantap
~tersusun urusan
~menjaga masa
~mampu manahan nafsu
~sihat tubuh badan
~mampu berdikari
~luas pengetahuan
~bermanfaat kpd org lain
Hanya sedikit perkongsian dari saya, InsyaAllah..
Selamat menempuh ramadhan sahabat..
Apa khabar sahabat2 semua?moga semuanya sentiasa dlm usaha mencari redha Allah..sesungguhnya, tdk ada yg lbh penting dari itu..
Ramadhan, bulan Allah yg mulia itu akn tiba beberapa jam saja lg. Bulan di mana umat islam diwajibkan berpuasa. Datangnya dgn membawa byk manfaat bg mereka yg benar2 menginginkannya.
Bagaimana agaknya dgn persiapan kita menghadapi kedatangan bulan ramadhan?
Semoga kita tlh menyiapkan bekalan yg secukupnya utk menghadapi Ramadhan kali ini. Menyiapkan diri dgn berpuasa sunat di siang hari, bgn sebelum subuh utk menunaikn slt sunat 2 rakaat dan membaca al-quran..Inilah bekalan rohani yg perlu kita bawa ke medan ramadhan dgn penuh harapan agar di hujung ramadhan nti, kita berjaya m'peroleh TAQWA.
Sepertimana kita akn menyiapkan dan membekalkan diri kita dgn study group, latih tubi, kelas tutorial dan stay up sehingga dinihari sebelum memasuki medan exam, krn kita mahu selepas habisnya exam itu nti, kita akn lulus dgn cemerlang.
Semestinya, ketibaan ramadhan teralu besar ertinya dlm hati setiap manusia yg bergelar hamba dan khalifah Allah. Bulan di mana jiwa setiap hamba sentiasa mahu mendekatkn diri kpd Tuannya. Jiwa khalifahnya sentiasa membuatnya berusaha utk memperbaiki diri. Mereka dahagakan rahmat dan ampunan dr Tuhan mereka. Mereka ingin merebut janji Allah iaitu kelepasan dr api neraka. Mereka ingin memburu mlm lailatul qadar dgn penuh kerinduan. Siangnya menahan diri dan nafsu, malamnya di isi dgn ibadah yg khusyuk kpd Rabbnya.
Tinggalkanlah sebentar kesibukan duniawi yg xkan pernah selesai. Janganlah dibiarkan kedatangan ramadhan kali ini berlalu begitu shj tanpa kita mendapat manfaat darinya. Letakkan target kita dan berdoalah semoga Allah bantu dan beri kekuatan. Moga Allah memilih kita utk menjadi tetamu Ramadhan-Nya.
Wahai org2 yg beriman! Diwajibkan ats kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan ats org2 sebelum kamu agar kamu bertaqwa (2:183)
Saya kongsi sedikit target utk saya Ramadhan kali ini dlm misi menuju TAQWA:
1- Khatam al-quran sekali
2- Solat dgn khusyuk
3- Kurangkan bercakap, banyakkan berzikir
4- Bersedekah semampu yg mungkin
5- Qiam setiap mlm
6- Kuatkan hati spy lbh sabar dan redha
7- Membina 10 muasoffat tarbiyyah dlm diri
~aqidah yg sejahtera
~ibadah yg sahih
~akhlak yg mantap
~tersusun urusan
~menjaga masa
~mampu manahan nafsu
~sihat tubuh badan
~mampu berdikari
~luas pengetahuan
~bermanfaat kpd org lain
Hanya sedikit perkongsian dari saya, InsyaAllah..
Selamat menempuh ramadhan sahabat..
Tuesday, 1 June 2010
mavi marmara
salam
sebuah artikel, sekadar renungan dan iktibar atas malapetaka palestin dan mavi marmara::
dari: balqisz.wordpress.com
Kita ditampar dengan tamparan realiti yang amat kuat: Israel laknatullah mengotakan sumpahnya akan menghalang bantuan kemanusiaan tiba kepada rakyat palestin jauh lebih awal dari yang dijangka. Nyata Israel adalah kaum yang kuat berpegang pada sumpah. israel tak perlu takut kecaman dunia akibat melanggar undang-undang antarabangsa dan undang-undang moral manusia. Kan dunia ni memang israel yang punya?
umat islam yang ditampar dengan realiti pun bangun dari mimpi-mimpi yang panjang. dalam masa satu malam tiba2 palestin masuk ke facebook-facebook kita. tiba2 palestin masuk ke dalam doa-doa kita. tiba2 palestin masuk ke dalam sembang-sembang kita. syukur alhamdulillah atas kesedaran ini.
tetapi palestin dan mereka2 yang menanti syahid di atas kapal Mavi Marmara tidak perlukan simpati kita, mereka sedang menanti syahid yang akan terus menghantar ke pintu syurga! Mereka sedang menikmati keindahan, jadi simpati untuk apa? Simpati adalah atas perkara2 yang sedih, bukan berita gembira seperti syahid.
Bersimpati lah kepada diri sendiri. Mereka dapat syahid kita dapat apa?
Berhentilah berazam untuk menjadi burung pipit yang mencurah air ke atas api yang membakar Nabi Ibrahim a.s. Kisah burung pipit itu untuk mendorong kita bergerak, tapi takkan selama2nya ingin mencurah air sahaja. kalau semua orang nak jadi burung pipit, siapa yang nak mengganti tempat Nabi Ibrahim yang dibakar api? Burung pipit atas kudratnya yang lemah itu, mencurahkan air itu adalah satu tugasan yang sangat mulia kerana setimpal dengan batasan tenaganya.tapi kita ini manusia bukan?, dan Nabi Ibrahim yang dibakar dalam api itu manusia seperti kita juga. Jadi berazamlah untuk berjuang seperti Nabi Ibrahim, sampai sanggup dibakar dalam api demi agama ini.Mereka yang di atas kapal itu sedang berusaha mencari ketinggian darjat Nabi Ibrahim insyaAllah, dengan menghantar diri ke dalam api yang marak menyala. Lalu kita yang di luar api inilah burung-burung pipit yang panik melihat api yang sedang marak. tapi kita sudah berbuat apa pun?
sorak-sorai dan hingar-bingar yang kita ciptakan setiap kali sesuatu musibah menimpa ke atas palestin sememangnya perlu, untuk mengingatkan penduduk dunia, bahawasanya kita ini, umat islam, masih ada, masih bernafas, walaupun nafasnya nyawa-nyawa ikan sahaja. hingar-bingar ini akan menyedarkan umat manusia bahawa masih ada satu bilion penduduk islam lagi di atas muka bumi ini yang akan sentiasa mendoakan kesejahteraan palestin.
tapi nanti bila piala dunia bola sepak bermula hingar-bingar ini akan senyap semula. atau bila one in a million musim baru bermula palestin akan hilang semula. saya berani jamin, kalaupun semua yang di atas kapal Mavi Marmara itu syahid, anugerah juara lagu tahun ini akan berlangsung juga. hari ini kita mengutuk israel laknatullah, besok kita beratur untuk beli tiket ke anugerah juara lagu.
dalam usrah saya pernah menyuarakan perkara yang sama, lalu seorang adik memberitahu, "biasalah tu, manusia kan sentiasa berfikiran, yang lepas tu lepas lah, kehidupan harus diteruskan bagi yang masih tinggal'
lalu jawapannya apa?
ingatlah, palestin tak perlukan tangisan kita, walaupun keluar air mata darah sekalipun, mereka lebih jelek melihat tangisan itu yang hanya meraih simpati. Betul, mereka perlukan doa kita, tetapi mereka mahukan doa yang bergerak. Bukan doa yang statik di atas tikar sembahyang. Mereka perlukan perajurit2 yang sanggup meninggalkan kesenangan2 duniawi ini dan bangkit bergerak menyedarkan manusia2 lain, bahawasanya untuk membebaskan palestin hanya boleh dengan menjadi world order, seperti yang sedang disandang oleh israel dan sekutunya amerika. dan utnuk menjadi world order ini kita tidak ada pilihan lain selain bermula dari bawah, iaitu membentuk individu2 muslim.Maka perbaikilah dirimu, dan serulah orang lain untuk menjadi baik!
Betulkah denagn cara ini kita akan dapat membebaskan palestin? wallahua'lam. Segala keputusan adalah di tangan Allah jua. tetapi disinilah kita boleh menjadi burung pipit, apabila Allah bertanya kelak apa perbuatan kita apabila palestin disembelih israel, moga2 kita boleh menjawab denagn jawapan As-Syahid Imam Hassan AlBanna: "Saya sudah menyeru manusia ke arah kebenaran di waktu pagi, petang dan di waktu cuti saya"
Begitulah yang dimahukan, beralasan seperti burung pipit, tetapi bekerja seperti nabi Ibrahim a.s
Allahua'lam.
dari: balqisz.wordpress. com
sebuah artikel, sekadar renungan dan iktibar atas malapetaka palestin dan mavi marmara::
dari: balqisz.wordpress.com
Kita ditampar dengan tamparan realiti yang amat kuat: Israel laknatullah mengotakan sumpahnya akan menghalang bantuan kemanusiaan tiba kepada rakyat palestin jauh lebih awal dari yang dijangka. Nyata Israel adalah kaum yang kuat berpegang pada sumpah. israel tak perlu takut kecaman dunia akibat melanggar undang-undang antarabangsa dan undang-undang moral manusia. Kan dunia ni memang israel yang punya?
umat islam yang ditampar dengan realiti pun bangun dari mimpi-mimpi yang panjang. dalam masa satu malam tiba2 palestin masuk ke facebook-facebook kita. tiba2 palestin masuk ke dalam doa-doa kita. tiba2 palestin masuk ke dalam sembang-sembang kita. syukur alhamdulillah atas kesedaran ini.
tetapi palestin dan mereka2 yang menanti syahid di atas kapal Mavi Marmara tidak perlukan simpati kita, mereka sedang menanti syahid yang akan terus menghantar ke pintu syurga! Mereka sedang menikmati keindahan, jadi simpati untuk apa? Simpati adalah atas perkara2 yang sedih, bukan berita gembira seperti syahid.
Bersimpati lah kepada diri sendiri. Mereka dapat syahid kita dapat apa?
Berhentilah berazam untuk menjadi burung pipit yang mencurah air ke atas api yang membakar Nabi Ibrahim a.s. Kisah burung pipit itu untuk mendorong kita bergerak, tapi takkan selama2nya ingin mencurah air sahaja. kalau semua orang nak jadi burung pipit, siapa yang nak mengganti tempat Nabi Ibrahim yang dibakar api? Burung pipit atas kudratnya yang lemah itu, mencurahkan air itu adalah satu tugasan yang sangat mulia kerana setimpal dengan batasan tenaganya.tapi kita ini manusia bukan?, dan Nabi Ibrahim yang dibakar dalam api itu manusia seperti kita juga. Jadi berazamlah untuk berjuang seperti Nabi Ibrahim, sampai sanggup dibakar dalam api demi agama ini.Mereka yang di atas kapal itu sedang berusaha mencari ketinggian darjat Nabi Ibrahim insyaAllah, dengan menghantar diri ke dalam api yang marak menyala. Lalu kita yang di luar api inilah burung-burung pipit yang panik melihat api yang sedang marak. tapi kita sudah berbuat apa pun?
sorak-sorai dan hingar-bingar yang kita ciptakan setiap kali sesuatu musibah menimpa ke atas palestin sememangnya perlu, untuk mengingatkan penduduk dunia, bahawasanya kita ini, umat islam, masih ada, masih bernafas, walaupun nafasnya nyawa-nyawa ikan sahaja. hingar-bingar ini akan menyedarkan umat manusia bahawa masih ada satu bilion penduduk islam lagi di atas muka bumi ini yang akan sentiasa mendoakan kesejahteraan palestin.
tapi nanti bila piala dunia bola sepak bermula hingar-bingar ini akan senyap semula. atau bila one in a million musim baru bermula palestin akan hilang semula. saya berani jamin, kalaupun semua yang di atas kapal Mavi Marmara itu syahid, anugerah juara lagu tahun ini akan berlangsung juga. hari ini kita mengutuk israel laknatullah, besok kita beratur untuk beli tiket ke anugerah juara lagu.
dalam usrah saya pernah menyuarakan perkara yang sama, lalu seorang adik memberitahu, "biasalah tu, manusia kan sentiasa berfikiran, yang lepas tu lepas lah, kehidupan harus diteruskan bagi yang masih tinggal'
lalu jawapannya apa?
ingatlah, palestin tak perlukan tangisan kita, walaupun keluar air mata darah sekalipun, mereka lebih jelek melihat tangisan itu yang hanya meraih simpati. Betul, mereka perlukan doa kita, tetapi mereka mahukan doa yang bergerak. Bukan doa yang statik di atas tikar sembahyang. Mereka perlukan perajurit2 yang sanggup meninggalkan kesenangan2 duniawi ini dan bangkit bergerak menyedarkan manusia2 lain, bahawasanya untuk membebaskan palestin hanya boleh dengan menjadi world order, seperti yang sedang disandang oleh israel dan sekutunya amerika. dan utnuk menjadi world order ini kita tidak ada pilihan lain selain bermula dari bawah, iaitu membentuk individu2 muslim.Maka perbaikilah dirimu, dan serulah orang lain untuk menjadi baik!
Betulkah denagn cara ini kita akan dapat membebaskan palestin? wallahua'lam. Segala keputusan adalah di tangan Allah jua. tetapi disinilah kita boleh menjadi burung pipit, apabila Allah bertanya kelak apa perbuatan kita apabila palestin disembelih israel, moga2 kita boleh menjawab denagn jawapan As-Syahid Imam Hassan AlBanna: "Saya sudah menyeru manusia ke arah kebenaran di waktu pagi, petang dan di waktu cuti saya"
Begitulah yang dimahukan, beralasan seperti burung pipit, tetapi bekerja seperti nabi Ibrahim a.s
Allahua'lam.
dari: balqisz.wordpress. com
Subscribe to:
Posts (Atom)