Ya Rabb..Diri ini milik-Mu
Showing posts with label Muhasabah. Show all posts
Showing posts with label Muhasabah. Show all posts

Saturday, 16 June 2012

Afalaa yatadabbaruunal Quran?









Afalaa yatadabbaruunal Quran (Maka tidakkah mereka menghayati Al-Qur'an?)
Am 'alaa qulubin aqfaluhaa (ataukah hati mereka sudah terkunci?)
[Muhammad: 24]


Bacaan Al-Qurannya lancar.
Hampir semua surah2 dalam Al-Quran sudah di tadabbur (dihayati) dan dipelajari tafsirannya.
Bahkan lebih dari itu seluruh juzu' 30 sudah di hafal. Sekarang sedang cuba menghabiskan hafalan surah2 juzu' 29 pula. 


Tapi..
Al-quran itu bukan hanya untuk dilagukan berulang-ulang kali.
Al-quran tidak cukup dengan hanya kita simpan dalam ingatan, tidak cukup dengan dipelajari tajwid2nya.
Tapi Al-quran itu untuk difahami maksudnya dan dihayati dengan hati.
Lebih lagi, Al-quran itu untuk diamal dan dipraktikkan.


*******************************************************************************


Apa agaknya yang terjadi selepas selesai pengajian surah Al-Maun?


Surah yang menyuruh kita menyantuni anak yatim dan orang miskin.


"Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Maka itulah orang yang mengherdik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin?" [Al-maun:1-3]


Kalaulah boleh diingat, berapa ramai anak yatim yang telah kita santuni? Berapa ramai orang2 miskin di luar sana yang dengan rendah hati kita berikan makanan?


Pergilah berjalan di pasar-pasar, di stesen2 minyak. Bahkan di depan pintu bank, pasti akan ada orang yang duduk menunggu dengan tabung. Hulurkanlah walau hanya seringgit.


Kadang-kala ada orang mengetuk pintu rumah kita minta sedikit sumbangan. Ketika itu buang jauh2 persangkaan2 yang ada dlm hati. Anggaplah mereka itu Allah hadirkan untuk menguji kita. Rezeki mereka Allah dah tetapkan. Tapi anggaplah Allah nak bagi peluang kita untuk menyantuni mereka.


"Maka celakalah orang yang mendirikan solat. (iaitu) orang-orang yang lalai terhadap solatnya, yang berbuat ria', dan enggan (memberikan) bantuan." [Al-Maun:4-7]


Astaghfirullah...
Kitakah yang diperkatakan dalam ayat2 itu?
Hulurkanlah bantuan. Tundukkan ego, tidak perlu ria' kerana kita hanya seorang hamba.
Kepandaian, kekayaan, kesihatan, semua Allah yang bagi.
Gunakanlah semula semua nikmat yang diberi kerana Allah juga.


Allahu'lam.




Ilmu tanpa amal hanya sia-sia. Ibarat pokok yang tumbuh akarnya kuat, pucuk menjulang ke langit tapi tidak berbuah. 







Friday, 4 November 2011

Al-Bara' bin Malik Al-Ansari

Rambutnya kerinting, tubuhnya kurus keding dan kulitnya cukup hitam. Orang memandang lekeh kepadanya dan segan bertemu dengan dia.. Tetapi walaupun begitu, dia telah membuktikan keberaniannya sanggup menewaskan ratusan orang musyrik dalam beberapa kali perang tanding satu lawan satu. Belum termasuk yang ditewaskannya dalam perang berkecamuk.

Sesungguhnya dia pemberani yang pantang mundur. Khalifah ‘Umar bin Al-Khattab pernah menulis surat kepada para panglima, supaya tidak mengangkat Al Bara’ bin Malik menjadi komander pasukan, karena dikhuatirkan dengan keberaniannya yang luar biasa itu akan membahayakan tentera muslimin.

Al-Bara’ bin Malik adalah saudara kandung Anas bin Malik, khadam Rasulullah. Seandainya diceritakan kisah kepahlawanan Al-Bara’ semuanya, sudah tentu terlalu banyak. Kerana itu cukuplah sebuah kisah sahaja, mudah-mudahan dapat memberikan gambaran menyeluruh tentang kepahlawanannya.

Kisah ini terjadi tidak berapa lama sesudah Rasulullah wafat. Ketika itu beberapa kabilah ‘Arab murtad dari agama Islam secara beramai-ramai, sebagaimana mulanya mereka masuk Islam beramai-ramai. Akhirnya yang tinggal dalam Islam hanyalah para penduduk Makkah, Madinah, Thaif, dan beberapa kelompok yang berselerak di sana-sini. Mereka orang-orang yang teguh imannya.

Khalifah Abu Bakar mengkehendaki agar ancaman terhadap pembelot Islam itu dihapuskan sampai ke akarnya. Maka dibentuknya sebelas pasukan tentera, terdiri daripada kuam Muhajirin dan kaum Ansar. Lalu dikirimnya ke seluruh jazirah ‘Arab, untuk mengembalikan orang orang yang murtad dan memerangi siapa yang membangkang.

Kelompok orang-orang murtad yang paling jahat dan besar ialah kelompok Banu Hanifah yang dipimpin oleh Musailamah Al-Kazzab. Jumlah mereka tak kurang dari empat puluh ribu orang, terdiri daripada prajurit-prajurit kental dan berpengalaman perang. Kebanyakan mereka murtad dan mengikuti Musailamah kerana fanatik kesukuan, bukan kerana percaya kepada kenabian Musailamah.

Sebahagian mereka berkata, “Saya tahu Musailamah itu bohong dan Muhammad lah Nabi yang benar. Tetapi kebohongan Bani Rabi‘ah (Musailamah) lebih saya sukai daripada kebenaran Bani Mudhar (Muhammad).’

Tentera Muslimin yang pertama-tama datang menyerang Musailamah dipimpin oleh ‘Ikrimah bin Abu Jahal. Pasukan ‘Ikrimah dapat dikalahkan tentera Musailamah. sehingga kucar-kacir dan Ikrimah sendiri tewas sebagai syahid.

Sesudah itu dikirim oleh Khalifah Abu Bakar Shiddiq pasukan kedua di bawah pimpinan Khalid bin Walid. Dalam pasukan Khalid ini terdapat pahlawan-pahlawan Ansar dan Muhajirin. Di antara mereka terdapat Al Bara’ bin Malik Al-Anshary, dan beberapa pahlawan muslim lainnya.

Pasukan Khalid bertemu dengan pasukan Musailamah di Yamamah. Pertempuran segera terjadi tak dapat dihindar. Belum lama kedua pasukan itu bertempur, ternyata pasukan Musailamah lebih unggul. Mereka dapat mendesak mundur pasukan Khalid dari posisinya, hingga pasukan Musailamah berhasil menyerbu sampai ke perkhemahan Khalid bin Walid dan menghancurkan perkemahan itu. Bahkan isteni Khalid nyaris terbunuh ketika itu, seandainya tidak diselamatkan pengawal.

Melihat situasi yang tidak menguntungkan, Khalid melompat ke tengah-tengah pasukannya dan mengubah susunan pasukan. Kaum muhajirin, kaum Ansar, dan prajurit yang terdiri anak-anak desa dipisah-pisahkannya mengikut kelompok masing-masing. Tiap-tiap kelompok dikepalai salah seorang dari kelompoknya sendiri. Dengan begitu Khalid dapat mengetahui kesanggupan masing-masing, serta mengenal pasti di mana letak kelemahan tentera muslimin.

Kini kedua pasukan berbuku-hantam dan tebas-menebas dengan sengit dan mengerikan. Kaum muslimin memperlihatkan kemampuan yang belum diperlihatkannya daripada tadi.

Tentera Musailamah bertahan di medan tempur bagaikan gunung, kukuh dan kuat. Mereka tidak peduli walaupun korban banyak jatuh di pihak mereka. Kaum muslimin memperlihatkan keberanian luar biasa, yang kalau dihitung-hitung sesungguhnya merupakan peristiwa yang sangat mengerikan.

Tsabit bin Qais yang memikul bendera Ansar. Dia melilit tubuhnya dengan kain kafan kemudian digalinya lubang setinggi betis. Lalu dia turun ke dalam lobang itu. Dia bertahan di lubang itu mengibarkan bendera kaumnya sampai tewas sebagai syahid.

Zaid bin Khattab, saudara ‘Umar bin Khattab r.a., memanggil kaum muslimin, “Wahai kaum muslimin, bertempurlah dengan gigih! Tewaskan musuh-musuh kalian dan terus maju. Wahai manusia! Demi Allah! Saya tidak akan berbicara lagi sesudah ini sampai Musailamah dihancurkan, atau saya syahid menemui Allah. Saya akan perlihatkan kepada Allah bukti bahwa saya betul-betul syahid.’

Kemudian dia maju menyerang musuh, bertempur sampai tewas sebagai syahid.

Lain pula dengan Salim maula Abu Hudzaifah, pembawa bendera kaum Muhajirin. Kaumnya khuatir dia lemah atau takut. Kata mereka kepada Salim, “Kami sangsi dengan keberanian Anda menghadapi musuh.”

Jawab Salim, “Jika kalian sangsi terhadap saya, biar saya menjadi pembawa bendera Al Quran.“

Kernudian dia menyerbu musuh-musuh Allah dengan berani sehingga Ia tewas pula sebagai syahid.

Tetapi kepahlawanan mereka belum seberapa dibandingkan dengan kepahlawanan Al Bara’ bin Malik r.a. Ketika Khalid melihat api pertempuran semakin berkobar, dia berpaling kepada Al-Bara’. Kata Khalid memerintah, “Kerahkan mereka, hai pemuda Ansar!

Al-Bara’ berteriak memanggil kaum Ansar, ‘Wahai kaum Ansar, Jangan kalian berfikir-fikir hendak kembali ke Madinah. Tidak ada lagi Madinah sesudah hari ini. Ingatlah kepada Allah semata-mata. . kemudian kepada syurga.”

Sesudah berkata begitu dia maju mendesak kaum musyrikin, diikuti prajurit Ansar. Pedangnya menari lincah menebas musuh-musuh Allah. Melihat prajuritnya banyak berguguran, Musailamah dan kawan-kawan menjadi gentar. Kerana itu mereka lari berlindung dalam sebuah perkebunan. Kebun itu kemudian terkenal dalam sejarah dengan nama “Kebun Maut”, kerana banyaknya manusia yang terbunuh dalam kebun itu.

Kebun maut itu adalah tempat lari terakhir bagi Musailamah dan tenteranya. Pagarnya tinggi dan kukuh. Musailamah dan puluhan ribu tentaranya mengunci pintu rapat-rapat dari dalam. Mereka bertahan dalam kebun itu seolah-olah dalam benteng. Dari puncak pagar mereka menghujani kaum muslimin yang berusaha masuk kebun dengan panah.

Kata Al-Bara, “Angkat saya dengan galah dan lindungi saya dengan perisai dan panah-panah musuh. Sesudah itu lemparkan saya ke dalam kebun dekat pintu. Biarlah saya syahid untuk membukakan pintu bagi kalian.”

Dalam sekejap masa sahaja Al-Bara’ sudah berada di atas sebatang galah. Tubuhnya ringan, kerana badannya kurus kecil. Sepuluh orang pemanah melemparkannya ke dalam kebun maut. Al-Bara’ meluncur di atas ribuan tentara Musailamah. Kehadirannya menyebabkan mereka ngeri bagaikan disambar petir. Sementara itu Al-Bara’ sudah berhasil memukul tewas sepuluh orang penjaga pintu. Al-Bara’ segera membukakan pintu bagi kaum muslimin. Namun begitu Al-Bara’ tak luput dari sentuhan pedang dan goresan panah yang menyebabkan sembilan buah luka menganga ditubuhnya.

Kaum muslimin tumpah ruah menyerbu ke dalam kebun maut.. Pedang mereka berkelibat di tengkuk orang-orang murtad. Lebih kurang dua puluh ribu orang korban yang tewas di pihak mereka termasuk pemimpin mereka, Musailamah Al-Kadzab.

Al Bara’ segera dinaikkan kawan-kawannya ke atas kenderaan untuk diubati. Sebulan lamanya Khalid merawat dan mengubati Al Bara’ sampai dapat menyembuhkan luka-lukanya. Dia memuji dan bersyukur kepada Allah yang telah memberi kemenangan bagi kaum muslimin.

Al Bara’ bin Malik Al-Ansary sangat merindukan kematian sebagai syahid. Dia kecewa kerana gagal memperolehnya di Kebun Maut. Maka sejak itu dia selalu menceburkan diri dalam peperangan untuk mencapai cita-cita besarnya, dan kerana rindu hendak segera bertemu dengan nabinya yang mulia.

Ketika perang penaklukan kota Tustar di Persia, tentera Persia berlindung dalam sebuah puri. Puri itu merupakan benteng yang kukuh bagi tentera Persia . Temboknya tinggi, besar, pintu-pintunya kuat dan kukuh. Kaum muslimin mengepung dengan ketat. Setelah mereka terkepung begitu lama, akhirnya mereka mendapat kesulitan. Mereka menghulurkan kait-kait besi yang panas membara dari puncak pilar untuk mengait tentera muslimin. Tentera muslimin yang terkait mereka angkat ke atas, adakalanya langsung tewas atau setengah tewas.

Dalam perang Tustar inilah dia berdo’a kepada Allah semoga dia diberi rezeki sebagai golongan syuhada. Allah memperkenankan do’anya.

Saudara kandungnya Anas bin Malik terkait oleh pengait berapi itu. Ketika Al Bara’ melihat saudaranya terkait, dia melompat ke dinding benteng dan melepaskan pengait dari tubuh saudaranya. Tangan Al Bara’ terbakar dan melepuh memegang pengait yang panas membara. Tetapi dia tidak peduli asal saudaranya lepas dari pengait itu. Kemudian dia berhasil turun dengan jari-jemari tangannya tanpa daging.

Perang kali ini dia syahid menemui Allah dengan senyum bahagia. Semoga Allah menjadikan wajahnya begemerlapan di syurga, menemani Nabinya. Amin!

Thursday, 6 October 2011

Wasiat pakcik yang disayangi fillah

Saudaraku,

Janganlah engkau putus asa krn putus asa bukanlah akhlak seorg muslim. ketahuilah bahawa kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin, dan impian hari ini adalah kenyataan hari esok. waktu masih panjang dan hasrat akan terwujudnya kedamaian masih tertanam dlm jiwa masyarkt kita, meski fenomena2 kerosakan dan kemaksiatan menghantui mereka. yg lemah tdk akan lemah sepanjang hidupnya dan yg kuat tdk akan selamanya kuat.

Allah s.w.t berfirman,
"Dan Kami hendak memberi kurnia kpd org2 yg tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka org2 yg mewarisi (bumi), dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka du muka bumi dan akan Kami perlihatkan kpd Fir'aun dan Haman serta tenteranya apa yg selalu mereka khawatirkan dari mereka itu." [Al-Qasas-5-6]

Putaran waktu akan memperlihatkan kpd kita peristiwa2 yg mengejutkan dan memberikan peluang kpd kita utk berbuat. Dunia akn melihat bahawa dakwah kita adalah hidayah, kemenangan, dan kedamaian, yg dpt menyembuhkan umat dari rasa sakit yg tgh dideritainya. Setelah itu tibalah giliran kita utk memimpin dunia, krn bumi tetap akan berputar dan kejayaan itu akan kembali kpd kita. Hanya Allah-lah harapan kita satu-satunya.


Bersiap dan berbuatlah. Jgn menunggu datangnya hari esok, kerana boleh jadi engkau tdk boleh berbuat apa2 di esok hari.

Kita memang harus menunggu putaran waktu itu, tetapi kita tdk boleh berhenti. Kita harus terus berbuat dan terus melangkah, krn kita memang tdk mengenal kata "berhenti" dlm berjihad.

Allah s.w.t berfirman
"Dan org2 yg berjihad utk (mencari keredhaan) Kami, sungguh akan Kami tunjukkan jln2 Kami." [Al-Ankabut:69]

Hanya Allah-lah Dzat Yang Maha Agung , bagi-Nya segala puji.

-WASIAT HASSAN AL-BANNA-

Wednesday, 7 September 2011

Ajarkan saya akhlak yg baik dan lembut hati.

Bismillahirrahmanirrahim..

Rasa2nya dah lama takde tetamu yg dtg ke rumah..Alhamdulillah, mlm tadi kwn2 yg belajar di India pulang bercuti dan singgah di rumah kami..Setiap tetamu yg dtg membawa rahmat, jadi layanlah tetamu dgn baik sebagaimana yg diajarkan Rasulullah dan para sahabat..Pagi tadi lepas solat subuh berjamaah dan baca al-ma'thurat, kami mentadabbur sedikit hadith2 dlm kitab Riyadhus Salihin (Tmn Org2 Soleh)..Dah lama sgt rasanya tak bukak buku ni..Pagi itu memang penuh dgn tarbiyah, dgn hujan renyai2, sungguh terasa rahmat Allah seperti mencurah2 turun dr langit..Subhanallah..


*************************************************************************************


BAB 17 : Terpujinya akhlak yg baik, sifat santun dan lembut hati.


"Dan org2 yg menahan amarahnya dan memafkan (kesalahan) org. Allah menyukai org2 yg berbuat kebajikan. [Al-Imran:134]


"Jadilah engkau pemaaf dan suruhlah org mengerjakan yg ma'ruf, serta berpalinglah dr org2 yg bodoh." [Al-A'raaf:199]


"Tidak sama antara kebaikan dan keburukan. Tolaklah (keburukan itu) dgn cara yg lebih baik; (jika engaku melakukan yg demikian), maka tiba2 org yg antaramu dan dia ada permusuhan, seolah telah menjadi teman yg sgt setia. Sifat2 yg baik itu tdk dianugerahkan, melainkan kpd org2 yg sabar; dan tdk dianugerahkan, melainkan kpd org2 yg mempunyai keberuntungan yg besar." [Fussilat:34-35]


Dari 'Abdullah bin 'Amr r.a, ia berkata: "Rasulullah saw bukanlah profil seorg yg berkata dan berbuat yg tidak senonoh. Beliau bersabda: 'sesungguhnya org yg terbaik dari kalian adalah org yg paling baik akhlaknya di antara kalian. [Riwayat Bukhari-Muslim]


Dari 'Aisyah r.a, ia berkata: "Rasulullah saw bersabda: 'sesungguhnya Allah itu Maha Lembut dan menyukai kelembutan dlm semua hal. [Riwayat Bukhari-Muslim].


*************************************************************************************

Beginilah Al-Quran dan Sunnah mengajarkan kita.
Beginilah tarbiyah ini membentuk kita.

Allahu'alam.