Ya Rabb..Diri ini milik-Mu

Tuesday, 1 June 2010

1 hari dalam kapal itu

Gaza Tidak Membutuhkanmu!

Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.

Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran.
Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat.
Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalan an ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia “tangan kanan” seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza.

Activism.

Ada begitu banyak activism, heroism…Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan “Heroes of Islam” alias “Para Pahlawan Islam.” Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta’ala.

Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza.

Kalau dibiarkan riya’ akan menyelusup, na’udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta’ala.

Mengerem

Dari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidak-ikhlasan dan riya’? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah’s blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah’s anger and displeasure?

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya… Dari para ‘ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg.

Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka.

Semua berteriak, “Untuk Gaza!” namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu.

Gaza Tak Butuh Aku

Dari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku.

Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina.

Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak – betapa pun sedikitnya – menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds.

Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha… Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza!Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati.

Cara Allah Mengingatkan

Aku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku.

Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya – karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku.

Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat…menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung- jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan?

Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air – lalu kusiramkan ke toilet.

Masih ndableg.

Kucoba lagi menyiram…

Masih ndableg.

Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri…

Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet…

Blus!

Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana…

Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku.

Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi – agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi.

Allahumaj’alni minat tawwabiin…

Allahumaj’alni minal mutatahirin…

Allahumaj’alni min ibadikas-salihin…

29 Mei 2010, 22:20
Santi Soekanto
Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010.

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul dan janganlah kamu merusakkan (pahala) amal-amalmu [47:33]




Thursday, 13 May 2010

Hati tarbiyah

"Ketahuilah bahwa dalam diri ini terdapat segumpal daging, jika dia baik maka baiklah seluruh tubuh ini dan jika dia buruk, maka buruklah seluruh tubuh; ketahuilah bahwa dia adalah hati"
(riwayat Bukhori dan Muslim)


Hati ibarat raja sedangkan anggota tubuh adalah askar2nya..beruntungnya org2 yg hatinya tlh ditarbiyah dan diisi dgn islam..
Pandangan mata selalu menipu, pandangan akal selalu tersilap, pandangan nafsu selalu melulu, pandangan hati itu yg hakiki..kalau hati itu bersih..
Hati yg dibasahi tarbiyah adalah hati yg sentiasa mengingat Allah dlm setiap hembusan nafasnya..bila ingin melakukan sesuatu, Allah menjadi matlamat utamanya..

"Maka barangsiapa yang percaya dan mengharapkan pertemuan dengan Tuhannya, hendaklah ia melakukan amalan soleh dan janganlah mempersekutukan sesiapa pun di dalam ibadah kepada Tuhannya". ( Surah al-Kahfi: ayat 110).

apabila dibacakan ayt2 Allah (al-quran) maka hati itu menjadi gementar lantaran keimanannya..

"orang-orang yg apabila disebut nama Allah gementarlah hati-hati mereka dan apabila dibacakan ke atas mereka ayat-ayatNya, bertambah keimanan mereka." ( Al-Anfal :2)

bila disebut tentang syurgaNya, hati itu rindu utk ke sana.. keimanannya akn syurga Allah yg membuatknnya seolah2 melihat dunia spt tidak bernilai jika dibandingkan kehidupan di dlm syurga..itulah hati yg zuhud dgn kehidupan dunia..

Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan, perhiasan dan bermegah-megah antara kamu serta berbangga-banggaan tentang banyaknya harta dan anak, seperti hujan yang tanam-tanamannya mengagumkan para petani; kemudian tanaman itu menjadi kering dan kamu lihat warna-nya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridhaan-Nya. Dan kehidupan dunia ini tidak lain hanyalah kesenangan yang menipu. (QS. Al Hadiid, 57: 20)

Tetapi kamu (orang-orang kafir) memilih kehidupan duniawi. Sedang kehidupan akhirat adalah lebih baik dan lebih kekal. (QS. Al-A'laa, 87: 16-17)

Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. (QS. Yunus, 10: 7)

Hati2 inilah dgn rasa rendah, menginfakkan semua pinjaman Allah, hartanya, tenaganya, masa rehatnya, umurnya hanya utk agama Allah.. hati yg menyerahkan segala urusan dunia kpd Allah..dan mereka tdk merasa rugi sedikitpun..Percaya Allah adalah perancang yg terbaik..

Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang yang beriman akan jiwa mereka dan harta benda mereka dengan (balasan) bahawa mereka akan beroleh Syurga, (disebabkan) mereka berjuang pada jalan Allah maka (di antara) mereka ada yang membunuh dan terbunuh. (Balasan Syurga yang demikian ialah) sebagai janji yang benar yang ditetapkan oleh Allah di dalam (Kitab-kitab) Taurat dan Injil serta Al-Quran; dan siapakah lagi yang lebih menyempurnakan janjinya daripada Allah? Oleh itu, bergembiralah dengan jualan yang kamu jalankan jual-belinya itu, dan (ketahuilah bahawa) jual-beli (yang seperti itu) ialah kemenangan yang besar.

Hati yg merasa lapang apabila di ajak berjihad ke jalan Allah..
Sekeping hati yg bersih, melihat org2 disekelilingnya dengan kasih sayang.. Lantaran syg itulah, dia ingin menyantuh hati2 mereka agar kembali mengingati Allah..Hati itu tlh dididik utk sentiasa ikhlas dlm setiap kerjanya..
Yang ada dalam hatinya hanyalah Allah..dia mahu melihat kalimah Lailahaillallah, Muhammad Rasulullah tertegak di atas muka bumi ini..
Hati yg sentiasa berdoa memohon redha Allah dan mendoakan org2 disekililingnya..
Hati yg sensitif dengan maksiat dan pergaulan bebas..
Hati yg sentiasa memohon perlindungan Allah lantaran sedar bahawa dia tdk mampu menjaga dirinya sendiri tanpa petolongan Allah..
Hatinya tenang krn dia jelas matlamat hidupnya..
Hati itu tahu dunia tdk menjanjikan kepuasan dan kesenangan..
kerana,

Hanya dengan mengingati Allah hati akan menjadi tenang-13:28

Hasbunallah wani'mal wakil (Cukuplah Allah sebagai penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik tempat bersandar).
Surah Ali `Imran (3): 173

*************************************************************************

sekadar tulisan hati seorg hamba yg merasakan kemanisan dan keindahan tarbiyah, ukhuwwah fillah dan jihad fi sabilillah..jagalah hati, jgn dikotorkannya..semoga Allah pandu hati2 kita ke jalan yg diredhaiNya..

Wallahua'lam..


Monday, 3 May 2010

Tarbiyah Dzatiyah

Dakwah yg dilakukan orang-orang soleh yang benar2 mentarbiyah dirinya secara sungguh2 akan memilki pengaruh dan keistimewaan yg sgt BESAR!

1. Dakwah penuh BERKAH
Mereka yang benar2 mendidik diri akan mendapat RESPON yg besar dari objek dakwah, baik dari segi KUALITI atau KUANTITI.Kadang kala kita fikir, kenapalah mad'u yg kita bawa tidak mempunyai kesan langsung terhadap dakwah kita, memang tidak dinafikan hati mereka milik Allah, tetapi, ia mungkin berpunca dari diri kita sendiri yang lupa untuk mentarbiyah diri secara sungguh-sungguh.
"Ibnu Abbas pernah menyampaikan khutbah yang menggantikan khalifah Ali, di mana seandainya orang-orang Yahudi atau Nasrani mendengarkan nya, nescaya mereka akn masuk Islam"

Dakwah Musab Bin Umair yg mampu mengislamkan penduduk Madinah juga menunujukkan hanya dengan tarbiyah diri yg hebat mampu menghasilkan dakwah yang hebat. Musab mampu menjaga tarbiyah dirinya walaupun dia berada jauh dari Rasulullah, namun tarbiyah dirinya sama hebat dengan sahabat2 yang berada dekat dgn Rasulullah ketika itu!Subhanallah!

2.Pengaruh dan kesan yang MENDALAM
Sewajarnya, melihat wajah atau melihat akhlak kita mampu membangkitkan semangat orang yang melihatnya untuk melakukan kewajiban agama.

Abu Musa Al-Asy'ari selalu dtg kepada Ibnu Mas'ud untuk menghilangkan rasa penat dan mengembalikan semngatnya dalam menjalankan ibadah kepada Allah.

"Sungguh melihat wajah Ibnu Mas'ud sesaat, jauh lebih baik dari ibadah setahun"
Hebatkan?Mad'u kita seharusnya merasakan kita adalah qudwah yang terbaik, sebaik sahaja melihat kita, akan melonjak semangat islam di dalam dada mengasilkan amal yang berterusan!

3. Konsisten dalam JALAN DAKWAH
Keistimewaan dakwah mereka yang benar2 menjalankan tarbiyah dzatiyah dapat membentuk karakter yang kuat. Inilah yang membezakan pendakwah yang soleh dan yang sungguh2 mentarbiyah dirinya berbanding dengan mereka yang tidak. Mereka mampu mewarnai lingkungan di sekelilingnya. Kita sendiri menyedari mereka yg mempunyai hubungan yg amat rapat dengan Allah hasil tarbiyah dzatiyah mempunyai tarikan tersendiri dan mampu meniupkan semangat islam di hati mad'u2 mereka.

4. Memiliki Sensitiviti terhadap AMAL
Orang yang biasa melatih diri akan memiliki sensitiviti yang lebih terhadap amal dakwah. Kerana mereka menyedari betapa besarnya tanggungjawab amal bagi dirinya untuk menyelamatkannya dari bencana dunia dan azab neraka. Ia beramal kerana kesedaran dan dengan kehendak hatinya, bukan kerana tekanan dan keterpaksaan. Inilah yang membuatkan jiwanya merdeka.Merdeka bersama Allah.

"Sesungguhnya orang-orang yang beriman ialah mereka apbila disebutkan nama Allah GEMENTARLAH hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka, dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakal" (Al Anfal:2-4)

Tarbiyah Dzatiyah merupakan satu kepentingan yang harus ditekankan oleh setiap daie. Kadangkala, apabila kita cuba bergerak laju ke hadapan, jiwa merasa kosong dan kita seharusnya berhenti dan melihat semula, adakah apa yang kita suba sampaikan kepada mad'u, kita telah sedaya upaya lakukan?

p/s:The best person you can tarbiyah is yourself :)

-Dipetik dari buku Tarbiyah Dzatiyah by Solikhin Abu 'Izzudin-

Wednesday, 24 March 2010

hati tidak sihat

..::kekuatan itu hanya dr Allah::..

hhmmm..
erm..
hati sedikit tdk sihat hari ini
rase tidak tenang..
mungkin krn tuntutan kerja semlm..
ahh, saya sedikit lalai dlm ikhtilat (pergaulan)!!
***
yess, mlm nih akn berada di tmn syurga bersama2 mrk yg saya rindui..
semoga Allah permudahkan..
yg penting btlkan niat..

Tuesday, 16 March 2010

Bantu aku Tuhan

Mlm td aku menasihati mereka..berbincang dgn mereka tentang nasihat..nasihat perlu mengandungi 5 ciri ini..klu xde 5 ciri ni, tidak dikatakan nasihat!!
1- niat yg ikhlas
2- membersihkan
3- mengislahkan
4-
5- menjaga ukuwwah

dan pagi ini aku diuji sendiri dgn apa yg aku katakan..aku sedar, aku tlh gagal dlm ujian-Mu Ya Allah..seringkali aku melakukan sesuatu yg bertentangan dgn apa yg aku katakan..Astaghfirullah3x

"wahai org2 yg beriman! mengapa kamu mengatakan sesuatu yg tdk kamu kerjakan? (itu) sangatlah dibenci di sisi Allah jika kamu mengatakan apa-apa yg tdk kamu kerjakan."
(ass-saff:2-3)

ketika kita mengingati mereka, ingatlah mulut yg berkata2 itu akan lebih di tanya di akhirat kelak!!
Ya Rabbi, tuntunilah aku, kurniakanlah kebenaran dlm setiap perbuatan dan percakapanku..


++beratnya amanahmu Tuhan++

Tuesday, 26 January 2010

Nikmat dan syukur

..Hidup ini ibarat roda..adakalanya kita di atas, adakala kita di bwh..




Tahun 2010 mungkin merupakan satu revolusi baru dlm pekerjaan saya.. setelah setahun lebih bekerja, saya tlh pun dinaikkn pangkat.. syukur pd Allah.. w'bgimanapn, rasanya sy belum cukup bersedia utk memikul tngjwb yg besar ini.. apa tidaknya, tlh biasa menjd org bawahan dan mengikut shj kemahuan org lain.. pesanan bos yg tdk mungkin dilupakan adalah, "lepas nih da jd ketua, xboleh main2 lg" dan satu lg "ketua kena ade style".. pesanan pertama insyaAllah mudah sj bg sy, tp pesanan yg kedua agk sukar utk dipraktikkn memandangkn sy yg paling muda di sini..haih, ape sajelah kn..

jika dulu ketika berada di bwh dan berasa sedih apabila dibuli, hati sentiasa mengingati Allah..
bagaimanalah agknya sy selepas ini..takut hati ini menjd rosak dgn nikmat dunia yg sementara ini..

Ya Allah, sungguh aku tdk biasa berada di ats.. aku takut kedudukanku membataskn hubunganku dengan-Mu..Ya Allah sesungguhnya Engkaulah yg lbh tahu apa yg terbaik utk hamba-Mu.. Jadikanlah kesenangan ini membuatkn bertambah2 rasa syukurku kpd-Mu..

Kau pimpinlah langkahku Tuhan
agr tdk ku kesesatan
dr jln syurga-Mu yg diidamkn
krn tdk ku terdaya menahan siksa neraka
layakkah pula aku utk ke syurga
Aku hanya hamba yg diciptakn dgn kelemahan
seringkali daku terlupa seringkali jua daku terleka
oleh nikmat-Mu yg mencurah di dpn mata


"dan kehidupan dunia ini hanya senda gurau dan permainan. dan sesungguhnya negeri akhirat itulah kehidupan yg sebenarnya, sekiranya mereka mengetahui."
(Ar-Rum:64)

Monday, 4 January 2010

ini jalanku~

KETIKA MEREKA MENJALANI PELBAGAI JALAN MEREKA
KITA MENYUSURI JALAN KITA
JALAN PARA RASUL DAN NABI-NABI
JALAN DAKWAH
*****
Pertama kali sy menyambut tahun baru dlm keadaan begini..Subhanallah..Alhamdulillah..Allahuakbar..
Teringat mlm 31/12/2009 itu, highway kelihatan sgt sibuk, berada di tgh2 kenderaan yg byk, membuatkn sy berfikir, kemanakah tujuan mereka?mungkin juga ramai yg ingin meraikan thn baru..ketika itu juga kelihatan percikan bunga api menghiasi langit..wahh, mereka sedang bergembira menantikan kedatangan thn baru..
*****
Aku meneruskan perjlnan, insyaAllah destinasi yg tdk sama spt mereka..terlalu asing rasanya..tp itulah hakikatnya, "islam itu dtg dlm keadaan ghurobaa'(asing), dan akan kembali asing, beruntunglah org2 yg asing" (hadith)
*****
Ya Allah saksikanlah, ketika mrk sibuk di sana, kami di sini juga sdg sibuk mencari redha-Mu..dan Ya Allah, kami tahu di luar sana masih ramai yg mahu mendengarkn ayat2-Mu..
*****
2 b continue..